Posted by: zerofreedom | September 29, 2009

Telkomsel Diancam Dilaporkan ke Polisi

Jakarta – Buntut disunatnya kuota bandwidth layanan mobile broadband Flash, Telkomsel terancam dilaporkan ke pihak berwajib oleh Indonesia Telecommunication Users Group (IdTUG).

Dalam somasi yang dilayangkan, IdTUG tidak bisa menerima alasan Telkomsel yang memangkas kuota bandwidth Flash didasarkan pada keinginan untuk membatasi 10% abusive user yang secara dominan menghabiskan resources network dengan penggunaan hingga puluhan bahkan ratusan GB yang mengakibatkan gangguan terhadap pengguna lain karena menyebabkan penurunan kualitas secara signifikan.

“Hal tersebut sangatlah bertentangan dengan apa yang dijanjikan di awal terhadap konsumen,” tegas Denny.A.K.,SH. Ketua Bidang Hukum & Advokasi IDTUG, dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (29/9/2009).

Untuk itu, IdTUG meminta penjelasan Telkomsel dalam waktu 3×24 jam sejak diterimanya surat somasi yang ditujukan ke Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno itu.

Bila tidak ada jawaban atau undangan klarifikasi dari Anda (Dirut Telkomsel), maka kami akan membawa masalah ini ke Kepolisian Republik Indonesia, tanpa harus melewati BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Hal ini diatur dalam ketentuan Undang undang yang berlaku (Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen),” pungkas surat tersebut.

Sebelumnya, kuota fair usage Paket Basic Telkomsel Flash diturunkan menjadi 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance turun menjadi 1 GB dengan kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro tetap 2 GB dengan kecepatan maksimum 3,6 Mbps. Padahal sebelumnya, kuota yang diberikan untuk ketiga paket tersebut sama-sama 2 GB.

Bila penggunaan melebihi kuota, pelanggan memang tetap tidak dikenakan biaya tambahan. Hanya saja, secara otomatis kecepatan maksimum akan berubah. Paket Pro menjadi 128 kbps dan Paket Basic serta Advance menjadi 64 kbps

Kemudian, pasca kebijakan tersebut, Telkomsel membuka lahan jualan baru bagi pengguna Flash yang tak sabar dengan kecepatan ngenet mereka yang ‘seadanya’. Namun harus membayar Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu untuk membeli paket tambahan yang dapat mengembalikan kecepatan internet yang normal. ( ash / faw )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: